People Innovation Excellence

Gagal Penuhi Standar, Pendanaan Sekolah Islam Canberra Dicabut

Menurut penuturan Menteri Pendidikan Australia, pendanaan sebuah sekolah Islam di Canberra dihentikan oleh Pemerintah Federal, yang "tak memiliki pilihan" kecuali menangani masalah manajemen keuangan dan tata kelola sekolah tersebut.

Pada Jumat (21/04/2017), Departemen Pendidikan Australia menulis kepada Sekolah Islam Canberra untuk menginformasikan bahwa pendanaan untuk mereka akan dicabut pada 30 Juni, di akhir periode ke-2.

Hingga kini, sekolah tersebut menerima sekitar $ 1 juta (atau setara Rp 10 miliar) dana setiap tahunnya.

Menteri Pendidikan Australia, Simon Birmingham, mengatakan, sungguh mengecewakan bahwa setelah sejumlah peluang, sekolah tersebut "gagal memenuhi standar dan harapan yang diminta dari mereka".

"Keputusan ini tak mudah," sebut Menteri Birmingham.

"Namun departemen kami tak punya pilihan," imbuhnya.

Diberi waktu 30 hari untuk meninjau

Departemen Pendidikan Australia mulai memeriksa Sekolah Islam Canberra pada bulan November 2015 dan memberlakukan syarat ketat terhadap manajemen mereka pada bulan Agustus tahun lalu.

"Syarat-syarat ini berpusat pada perbaikan tata kelola dan manajemen keuangan serta memerlukan pelaporan berkala mengenai kemajuan dalam membuat perubahan yang diminta," kata Menteri Birmingham.

Departemen Pendidikan Australia bekerja sama dengan Pemerintah Wilayah Ibukota Australia (ACT) untuk meminimalkan dampak pada komunitas sekolah lokal.

"Meskipun ini adalah masa sulit bagi sekolah tersebut, saya tetap berkomitmen untuk memastikan bahwa semua pejabat sekolah memenuhi persyaratan Undang-Undang Pendidikan untuk memastikan bahwa uang pembayar pajak dan investasi pribadi oleh orang tua dihabiskan untuk memberi manfaat bagi siswa Australia," jelas Menteri Birmingham.

Sekolah itu memiliki waktu 30 hari untuk meninjau keputusan tersebut.

Kepala Menteri ACT, Andrew Barr, mengatakan, Pemerintah akan melihat implikasinya terhadap kelangsungan hidup sekolah tersebut.

"Peran utama kami adalah mendaftarkan sekolah sebagai penyedia pendidikan terakreditasi di wilayah ini," ujarnya.

Ia menyambung, "Tapi sekolah juga perlu memiliki kelayakan secara finansial jadi kami perlu menilai apa yang telah ditentukan oleh Pemerintah Federal -tapi pastinya akan berimplikasi pada masa depan sekolah."

Baik kepala atau ketua pengurus dewan Sekolah Islam Canberra belum bisa dihubungi untuk dimintai komentar.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Diterbitkan: 15:05 WIB 21/04/2017 oleh Nurina Savitri.


Published at :

Social Media

Tweets By @BinusTV

Periksa Browser Anda

Check Your Browser

Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

We're Moving Forward.

This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

  1. Google Chrome
  2. Mozilla Firefox
  3. Opera
  4. Internet Explorer 9
Close