People Innovation Excellence

Pai Kau, Obat Rindu Pecinta Film Drama Suspense

 

Pai Kau, Obat Rindu Pecinta Film Drama Suspense

Masa kejayaan film Hong Kong di Indonesia bisa dikatakan terjadi pada era 1980-an hingga awal
1990-an. Di tahun kejayaannya pada 1992, tercatat 178 film Hong Kong diproduksi. Tidak heran jika anak-anak generasi 90-an akrab dengan film-film Hong Kong yang disuguhkan stasiun televisi
nasional selepas pulang sekolah. Beberapa bintang film Hong Kong yang menjadi idola di Indonesia era itu adalah Jackie Chan, Chow Yun-fat, hingga Jet Li.

Kerinduan akan film Hong Kong yang diwarnai kisah petualangan seru dengan twist yang
mengejutkan akan dirasakan dalam film Pai Kau karya Sutradara Sidi Saleh (38 tahun). Film Pai Kau yang mempunyai arti permainan domino akan tayang di bioskop mulai 8 Februari 2018. Film ini mengangkat kisah tentang sistem kekeluargaan etnis Tionghoa, yang dikenal sangat kental dan erat, dibalut dengan ketegangan yang diakibatkan oleh rahasia hitam dari masa lalu.

“Pai Kau merupakan film baru yang menyajikan kombinasi unsur-unsur yang sama sekali belum
pernah dipakai di Indonesia sebelumnya, yaitu cerita suspense dengan latar belakang
Chinese-Indonesia. Film ini juga mengedepankan kisah mengenai pentingnya menjaga keutuhan
keluarga dengan dibumbui langkah-langkah gila yang mengejutkan,” ujar Irina Chiu, Produser dan
pemeran Lucy dalam film Pai Kau.

Sidi Saleh, sutradara yang pernah mendapatkan penghargaan Orrizonti pada Festival Film Venice
2014 lewat film pendeknya berjudul Maryam, membuat film ini karena terinspirasi dari sutradara
kawakan Asia seperti Wong Kar-Wai, Ann Hui, Tian Zhuangzhuang dan Zhang Yimou. Sidi mengenal nama-nama sutradara-sutradara tersebut saat ia mengenyam pendidikan sinematografi di Institut Kesenian Jakarta.

“Buat saya mengangkat keberagaman budaya ke dalam film adalah tentang mengenal lebih baik lagi tentang budaya tersebut. Film Pai Kau mendobrak stereotype yang ada. Film ini tak hanya
mengangkat sebuah cerita picisan, tetapi menggunakan karakterisasi etnis Tionghoa yang kerap kali menjadi obyek dalam socio-cultural di Indonesia, yang bagi saya menjadi menarik karena erat
dengan masalah kebhinekaan.” ujar sutradara Sidi Saleh.

Film drama suspense berdurasi 86 menit ini diproduksi oleh Archipelago Pictures dan bekerjasama adengan Kaninga Pictures dan Feed.me. Tekun Ji selaku produser menambahkan, “Film ini seperti permainan domino Pai Kau, setiap karakter menyimpan kartunya rapat-rapat. Ketegangannya semakin terasa ketika pesta akan dimulai, di mana rahasia tiap karakternya sedikit demi sedikit terungkap.”.

Pai Kau dibintangi oleh Anthony Xie (Edy Wijaya), Irina Chiu (Lucy), Ineke Valentina (Siska), Verdi
Solaiman (Koh Jun), Tjie Jan Tan (Koh Liem), Natasha Gott (Shinta) dan Richard Oh (Koh Richard).
Sinopsis ​Pai Kau Lucy (Irina Chiu) adalah putri dari seorang pengusaha terpandang bernama Koh Liem (Tjie Jan Tan).

Lucy merencanakan sendiri pesta pernikahannya dengan Edy Wijaya (Anthony Xie), supaya berjalan dengan sempurna sesuai mimpinya. Di hari pernikahan mereka, muncul seorang tamu wanita yang tak diundang. Sesaat sebelum pemberkatan dilangsungkan, Lucy menemukan Edy dan tamu itu sedang berbincang serius di pojo gereja. Ia memperkenalkan dirinya sebagai Siska (Ineke Valentina), sepupu Edy yang datang dari luar kota. Kehadiran Siska menjadi sebuah ancaman, karena tak ada satu pun yang tahu bahwa Edy dan Siska pernah menjadlin hubungan di masa lalu.

Beberapa saat menjelang resepsi pernikahan, Siska menyelinap masuk ke dalam gedung untuk
menjalankan rencana pembalasan atas perlakuan Edy di masa lalu. Edy tidak ingin Siska
menghancurkan pernikahannya dengan Lucy, terlebih ketika ia sadar bahwa calon mertuanya adalah seorang yang ditakuti oleh banyak orang.

Musik pesta mengalun sementara seseorang mengamati dari dekat. Hari pernikahan yang telah
direncanakan dengan sempurna itu, menjadi kacau. Akan kah Lucy bisa melindungi rumah tangganya
yang baru seumur jagung?


Published at : Updated
Leave Your Footprint

    Social Media

    Tweets By @BinusTV

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close